Ya Rabb kami, sungguh kami telah mendzalimi diri kami sendiri, dan hanya kepada-Mu lah kami memohon ampunan. Kasihilah kami, mudah-mudahan kami termasuk orang-orang yang berserah diri..
Muhasabah (evaluasi diri), kegiatan dengan menggunakan kata tersebut sering muncul di penghujung tahun. Memang tidak seharusnya muhasabah hanya dilakukan secara seremonial pada waktu-waktu tertentu saja tapi setiap saat dan sesering mungkin sedapatnya kita lakukan evaluasi diri ini atas setiap tindakan yang kita lakukan dan setiap kalimat atau kata yang kita ucapkan sebelum Sang Maha Adil mengevaluasi diri kita di hari akhir nanti. Tapi mungkin saat ini cukup tepat bagi diri ini melakukan muhasabah. Bukan karena akan adanya pergantian tahun, tapi karena begitu banyaknya musibah yang melanda negeri ini. Bukan hanya para pemimpin dan pembuat kebijakan sebagai pengelola negara ini yang harus muhasabah atas setiap kebijakan yang diterapkan negara ini, tapi kita sebagai salah satu (meski sekecil apapun) elemen bangsa juga harus muhasabah atas apa yang telah kita lakukan selama ini.
Banjir dan longsor di Jakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur (Solo, Karanganyar, Bojonegoro, Ngawi, dll), Sumatera bagian barat, dan tempat-tempat lain harusnya cukup membuat diri ini menangis menanyakan apa gerangan yang telah bangsa ini lakukan hingga ini semua terjadi bahkan bersamaan di penghujung tahun ini. Suatu cobaan, peringatan atau adzab kecil dari-Nyakah ini? Betapa sesungguhnya Allah SWT Maha Pengasih dan Penyayang dan telah memberikan sebuah jalan yang lurus, tapi malah manusia yang telah mendzalimi dirinya sendiri baik secara sadar atau memang sengaja tidak ingin menyadari hal itu. Apakah yang telah kita lakukan telah sesuai dengan yang digariskan-Nya? Ataukah masih sedemikian besarkah ego diri ini untuk sekedar menyelamatkan diri sendiri tanpa memperhatikan dan mengingatkan orang-orang disekitar kita ketika mereka telah keluar dari jalur yang telah ditetapkan-Nya dan segera menabrak dinding kenistaan. Adzab dapat menimpa suatu kaum meskipun masih terdapat orang-orang sholeh diantara mereka ketika kedzaliman begitu mendominasi dan mewarnai kaum tersebut.
Sebuah garis hitam atau sebuah bidang hitam pastinya terdiri dari ribuan bahkan jutaan titik-titik hitam kecil. Kita harus muhasabah apakah diri ini telah ikut mewarnai kelamnya negeri ini atau kita telah (setidaknya berusaha) mencerahkan negeri ini.
Ya Rabb yang Maha Pengampun, ampunilah kami atas semua dosa-dosa yang telah kami perbuat selama ini, dan masukkanlah aku bersama orang-orang yang istiqomah di jalan-Mu..
Abu Hasan
~sambil merenungi RENSTRAGA (rencana strategis keluarga) kami dan pencapaian targetnya~
Filed under: My family | Tagged: "Akhir Tahun", Banjir, evaluasi diri, jawa tengah, Jawa Timur, Longsor, Muhasabah, Musibah, Tahun Baru











