AYAH adalah CINTA

Dan Zahar pun menangis. Air matanya menetes sedih mengalir hingga membasahi bulu janggutnya. Kamera para wartawan segera menangkap peristiwa itu. Mereka menganggap, inilah momentum pertama kali mereka melihat sosok pimpinan Hamas sekaliber Mahmud Zahar menangis.

…Seorang wartawan yang melihatnya tak terasa juga menitikkan air mata dan menelepon rekannya lalu mengatakan lirih, “Zahar menangis.. “…

“Kami memberikan semua para syuhada. Ini bukanlah kebanggaan. Karena hati kami bukanlah batu. Kami adalah para orang tua dan kami mengetahui serta merasakan bagaimana duka kehilangan anak. Tapi karena Palestina itu mahal dan surga pun lebih mahal. Karena kemerdekaan dan kemuliaan lebih mulia daripada hidup bertahun-tahun di bawah pendudukan Zionis Israel.”

=======

Sungguh sangat menggetarkan hati dan memancing mengalirnya bulir-bulir halus dipelupuk mata membaca sebuah artikel berita disini. Cerita tentang sesosok ayah yang tegas dan keras menitikkan air mata ketika harus melepaskan sang putra tercinta. Terasa sangat kecil diri ini dibandingkan mereka, para ayah yang tegar. Sungguh hanya surga yang pantas jadi balasannya. Seorang ayah tetaplah seorang ayah betapa pun tegas dan kerasnya dia, butiran halus cintanya tetaplah mengalir ketika harus kehilangan buah hatinya. Mereka bisa menjadi seganas singa didepan musuh-musuhnya, bisa menjadi sekeras karang dengan prinsip-prinsip yang dipercayainya, mereka bisa sangat tegas dengan segala aturannya tapi mereka pun bisa menjadi sesejuk dan sehalus embun bagi keluarganya.

Nabi Ibrahim a.s. adalah seorang yang tegas dengan keimanannya, ia mampu hancurkan semua berhala kaumnya yang berada disekitar ka’bah. Tapi beliau pun tak mampu memalingkan muka ketika harus meninggalkan istri dan anaknya tercinta di bentangan gurun panas tanpa makanan dan minuman demi menjalankan perintah Rabb-nya. Rasulullah SAW, bisa sangat tegas dengan aturan yang ditegakkannya, bahkan berjanji beliau sendiri yang akan memotong tangan putrinya jika suatu saat terbukti mencuri. Tapi beliau pun bisa tidak tega ketika harus memutus kesenangan bermain (bahkan bisa mencelakakan) Hasan dan Husain waktu bermain dipundaknya saat beliau sedang bersujud untuk sholat. Itu hanya satu dari sekian banyak kisah berkasih sayang yang ditunjukkan para kekasih Allah SWT tersebut.

Mereka adalah ayah-ayah yang HEBAT. Mereka mampu memainkan setiap perannya, mereka mampu menyembunyikan perasaan dan egoisme pribadi demi sebuah kepentingan yang jauh lebih besar. Mereka bukanlah tidak pernah atau jarang menangis, tapi mereka mampu menyembunyikan tangis itu demi kebaikan. Tangis mereka tak pernah terdengar, karena memang cukup DIA-lah yang menjadi pendengarnya. Karena memang hanya DIA, Sang Maha Kuasa, yang kelak mampu merubah tangis itu menjadi senyum dan tawa. Mereka bukanlah orang yang suka mengumbar berita duka, mereka berusaha tetap menebar senyum meski hati dan raga harus teriris sakit atau tertuang rasa lelah. Merekalah sosok ayah yang mengetahui sebenarnya arti CINTA…

 

~Abu Hasan~

Untuk almarhum ayah tercinta yang mau menahan sakitnya cuci darah demi menunggu wisuda putra bungsunya ini, hingga Allah SWT memanggilnya hanya sebulan setelah aku wisuda. Juga untuk semua ayah-ayah HEBAT di muka bumi ini. Allahumaghfirlii waliwadayya warhamhumaa kamaa robbayaani shoghiroo…

6 Responses

  1. ass, wr.wb. Salam kenal.Tulisan antum bagus tuh. tukar link ya dengan weblog saya di http://www.blogaryandi.wordpress.com

  2. Wa ‘alaykum salam Wr.Wb.
    Salam ukhuwah. Alhamdulillah, tapi tulisan itu sama sekali gak berarti karna tidak ada satu hal kecil pun yang bisa saya lakukan ketika hari ini semakin banyak ayah-ayah yang kehilangan cintanya di Gaza karna blokade zionis Israel. Hanya do’a yang bisa mengalir untuk mereka.
    Sama-sama ngelink yah..

  3. ya, kita baru hanya bisa mengirim doa saja..

    Nb: saya butuh alamat email antum nih…

    Syukran

  4. Iya akhi, tapi kita harus senantiasa berusaha supaya bisa berusaha berbuat lebih dari itu. Afwan kebetulan ana sedang no maden (berpindah-pindah) ke beberapa kota karena ada urusan pekerjaan. Kalau boleh tahu, ada apa nih? atau diskusi lebih jauh via japri aja yah ke miftahbss@gmail.com

  5. Asalamualaikum akhi..
    kok email saya belum di bales lagi.
    afwan bila merepotkan..

  6. Wa ‘alaykum salam Wr.Wb.

    Afwan ana tidak terlalu sering buka internet belakangan ini. Ana coba cek dan balas secepatnya email antum.

    Wassalam.

Leave a Reply